“Aku cinta kamu, sekarang,
mudah-mudahan sampai nanti”
Ungkapan sederhana, tapi jujur tanpa
janji tapi itulah yang seungguhnya, karena cinta yang tidak pernah berubah
sampai mati, timeless, happily ever after cuma milik cinderella dan
pangerannya, hanya dimiliki sleeping beauty dan pangerannya pula. Dan mereka hanya
hidup dilembaran buku.
Cinta seperti itu tidak ada dalam
kenyataan, yang ada hanyalah cinta yang berubah hari berganti, waktu berjalan,
cinta itu berkurang atau bisa bertambah, dia masih orang yang sama, tapi
tidaklah sama
-Still,Esti
kinasih-
Aku mengira dunia ini berputar di sekililingku , Aku berusaha
untuk maju tapi aku lelah. Aku harap ada orang yang berkata padaku ini bukan
masalah besar. Aku yang dicampakkan,bukanlah sebuah masalah besar
Tapi . . .
Mana mungkin itu bukan masalah besar ? Rasanya seperti
dunia memberimu hukuman mati. Rasanya seperti sedang dibuang oleh dunia, saat
kau tak bisa menerima orang lain tapi kau tetap harus membungkukkan badan
agar bisa tetap hidup
Mana mungkin itu bukan masalah besar ? Kau di jatuhkan
dengan sekali pukulan. Namun kau bisa istirahat dan bangkit kembali
Yogyakarta 13 mei 2016
Persembahan alam terhadap semesta
Pecinta legenda juga drama
Terlepas dari semua kata
Meninggalkan jejak sejarah tak terkuak
Menari dalam diam
Kebimbangan juga ragu
Menembus hujan
Menyisakan partichor
Lagi
Meningalkan jejak sejarah
Kali ini tetap sama
Tak terkuak
Tak terdeteksi
Hanya sedikit tercium aromanya
Yogyakarta 5 mei 2016
Suara itu sunyi tanpa guruh
Tiada terdengar letupan-letupan kekecewaan
Hampa merayapi jiwa
Marah amarah
Kesal tiada batas
Menyentuh ego, membalas kasar
Seakan menetang takdir NYA dengan keluhan
Merayapi setiap rasa syukur
Menghapus setiap nikmat
Aku benci semua itu
Benci atas nama tubuh yang selalu terlena kenikmatan
Mengeluh tanpa takut peluh nya membasahi jiwa
Aku benci semua itu
Jakarta, 17 April 2016
“ Apa yang kau katakan
padanya ?
kau tau dia seperti
oksigen bagiku
Jika dia tidak ada,
rasanya seperti diluar angkasa
Aku tercekik. . . . . . “
oh, lucu sekali J
Marah bukan?
Saat semua yang kamu
inginkan tak sesuai
Saat semua yang menjadi
harapanmu satu satunya berkhianat
Saat semua yang kamu
impikan bahagia hancur dalam sekejap
Sakit itu ada
Jejaknya tak akan sirna
begitu saja
Jejak itu akan membayangi
Kekalahan dalam melawan
semesta adalah kesakitan yang nyata
Menangislah. . .
Tak perlu kamu menahanya
Marahlah. . . .
Hancurkan semua barang
yang kamu punya
Tapi , saat matahari
mrnampakkan wajahnya
Buang sakitmu,
Tersenyumlah
Katakan pada semesta bahwa
kamu baik- baik saja
Maka aku katakan
Kamu menang !
Tak ada yang lebih tabah dari hujan bulan juni
Dirahasiakannya rintik rindunya
Kepada pohon berbunga itu
Tak ada yang lebih bijak dari hujan bulan juni
Dihapusnya jejak – jejak kakinya
Yang ragu-ragu di jalan itu
Tak ada yang lebih arif dari hujan bulan juni
Dibiarkannya yang tak terucapkan
Diserap akar pohon bunga itu
-Sapardi , hujan bulan juni-